Tips: Copperfield Lessons


Siapa tak kenal David Copperfield? Semua pesulap tahu siapa David Copperfield, bahkan orang awam pun pasti tahu siapa itu David Copperfield. Hal tersebut sangatlah wajar, karena David Copperfield merupakan seorang Grand Illusionist yang telah melakukan banyak hal yang mencuri perhatian publik di seluruh dunia. Contohnya seperti ketika David Copperfield terbang layaknya seekor burung, menghilangkan Patung Liberty yang begitu besar, menghilangkan pesawat jet, menembus Tembok Raksasa Cina, dan lain sebagainya. Jadi, tidak heran jika David Copperfield dikenal banyak orang di seluruh penjuru dunia dan menjadi salah satu inspirasi bagi banyak sekali pesulap di dunia. David Copperfield memang sudah sepantasnya menjadi inspirasi seluruh pesulap di dunia, karena banyak sekali hal yang bisa dipelajari dari seorang David Copperfield. Pada artikel saya kali ini, saya akan berbagi kepada Anda tentang beberapa pelajaran yang bisa diambil dari seorang David Copperfield. Berikut adalah empat hal dari seorang David Copperfield yang bisa menjadi pelajaran bagi Anda dan juga saya.

#1. SCRIPTING


David Copperfield selalu menuliskan secara lengkap apa yang akan dikatakannya ketika melakukan pertunjukan. Di setiap pertunjukannya, David Copperfield hampir tidak pernah mengatakan “Emm...”, “Umm..”, dan sebagainya. David selalu menuliskan skripnya dengan jelas, dan dia pun berusaha untuk mengatakan apa yang dituliskan pada skripnya. Ini tentu sangat menjadi pelajaran untuk kita. Seorang pesulap sekelas David Copperfield pun ternyata selalu menuliskan skripnya sebelum melakukan pertunjukan. Lagipula, penulisan skrip juga akan lebih menghidupkan pertunjukan sulap Anda, dan membuat pertunjukan sulap yang Anda mainkan lebih dari sekedar trik.

#2. BLOCKING


Selain skrip, David Copperfield juga selalu mempersiapkan blocking panggung sebelum dia melakukan pertunjukan, baik itu gerakan yang akan dia lakukan di atas panggung atau pun tempat untuk meletakkan seluruh peralatannya. Semua selalu tersusun rapi. Pernahkah Anda melihat kejadian seperti ini pada sebuah pertunjukan sulap: pesulap meminta seorang penonton naik ke atas panggung utuk menjadi sukarelawan. Ketika pesulap akan memberikan spidol kepada sukarelawan, tiba – tiba pesulap lupa meletakkan spidolnya dan dia meraba – raba semua saku bajunya untuk mencari dimana spidolnya. Akhirnya, salah satu kru atau teman dari pesulap memberikan spidol kepadanya. Hal ini tentu terlihat berantakan dan kurang nyaman dilihat. Hal tersebut tentu sangat berbeda dengan David Copperfield. Walaupun dia memiliki banyak sekali asisten di setiap pertunjukannya, David Copperfield selalu meletakkan semua peralatan yang dia butuhkan pada saat itu di tempat yang benar. Di sini kita bisa mengambil pelajaran, agar kita selalu mempersiapkan seluruh peralatan yang akan kita gunakan di tempat yang benar. Bila perlu, letakkan peralatan tersebut di tempat yang sama pada setiap Anda melakukan pertunjukkan agar Anda selalu mengingat dimana tempat peralatan itu berada ketika Anda membutuhkannya.

#3. CLEAR STAGE


Panggung tempat pertunjukan David Copperfield berlangsung selalu bersih, kosong, kecuali peralatan yang digunakan untuk ilusinya atau routine yang akan dia mainkan. Panggung atau tempat melakukan pertunjukan yang berantakan atau penuh dengan peralatan yang “tidak penting”, akan membuat penonton kurang nyaman. Saya pribadi juga tidak suka dengan lingkungan yang berantakan. Saya selalu membereskan meja yang saya gunakan dan menyingkirkan peralatan yang tidak saya perlukan pada routine yang akan saya mainkan. Biasanya, saya juga sudah membuat planning sebelum melakukan pertunjukan. Peralatan apa saja yang harus saya keluarkan di routine pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Hal tersebut akan membuat semuanya tampak rapi dan nyaman, dibandingkan dengan sebuah meja atau panggung yang penuh dengan peralatan yang tidak terlalu penting. Bagimana dengan Anda? Apakah Anda juga demikian? Jika David Copperfield pun demikian, mengapa Anda tidak?

#4. TRIED & TRUE


Yang terakhir, daftar permainan yang dibuat David Copperfield sudah dimainkan dalam waktu lebih dari 20 tahun tanpa merubah efek permainannya sedikitpun. Contohnya, David Copperfield masih saja memainkan efek “floating rose”-nya yang juga dimainkannya pada tahun 80-an tanpa merubah efeknya sedikitpun, tetapi penonton tetap menyukainya dan memberikan applause yang luar biasa. Apakah Anda bisa melakukan hal tersebut? Membuat efek yang begitu tua, tetapi tetap disukai oleh penonton. Tentu itu menjadi pelajaran yang sangat menginspirasi Anda dan juga saya tentunya.

Itu tadi adalah empat hal yang bisa pelajari dari seorang Grand Illusionist, David Copperfield. Sebenarnya empat hal tadi merupakan hal yang sangat sederhana dan tidak terlalu diperhatikan oleh penonton. Tetapi saya yakin, empat hal tadi cukup berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya pertunjukan sulap Anda. Semoga artikel ini bisa menginspirasi Anda dan juga saya untuk bisa melakukan pertunjukan sulap yang lebih baik lagi kedepannya. (bds.)

Sumber: Majalah Vanish Volume 6

Share this

Related Posts

First

1 komentar:

komentar

Silahkan berkomentar tanpa unsur SARA dan SPAM.