Story: Johann Nepomuk Hofzinser, Father of Card Magic


Johann Nepomuk Hofzinser (1806-1875), dikenal sebagai Father of Card Magic karena kontribusinya dalam penerapan-penerapan seni sulap kartu modern. Mengapa kali ini saya membahas tentang Johann Nepomuk Hofzinser atau yang biasa dikenal dengan Hofzinser? Karena hari ini, tanggal 11 Maret bertepatan dengan hari meninggalnya sang maestro. Hofzinser lahir pada tanggal 19 Juni 1806 di Vienna, Austria, dan meninggal pada tanggal 11 Maret 1875 (68 tahun) di Vienna.

Hofzinser mulanya hanyalah seorang karyawan kecil di departemen keuangan Monarki Austria-Hungaria. Dia menggunakan nama Dr. Hofzinser sebagai nama panggungnya setelah dia pensiun dari pekerjaannya sebagai karyawan pada tahun 1865. Sebagai seorang pesulap, dia dikenal sebagai pesulap yang sangat handal dalam melakukan kecepatan tangan atau sleight of hands.

Pada masanya, Hofzinser sangat terkenal di seluruh Eropa. Sejak tahun 1857, bersama sang istri Wilhemine, Hofzinser melakukan pertunjukan ilusinya di apartemen miliknya untuk para tamu undangan elit. Biasanya dilakukan tiga sampai empat kali dalam seminggu. Hofzinser dan istrinya menyebut pertunjukan mereka dengan "Eine Stunde der Täuschung" atau dalam Bahasa Inggris "An Hour of Deception" dan harga tiket masuk pertunjukan tersebut relatif mahal pada masa itu. Kemudian pada tahun 1865 Hofzinser membuat sebuah tur ke Berlin , Munich dan di sebagian besar kota-kota besar di Austria Monarki.

Hofzinser lebih banyak menggunakan peralatan-peralatan kecil dan sederhana daripada menggunakan peralatan ilusi besar di setiap pertunjukannya. Kartu adalah salah satu alat yang paling sering digunakannya dan menjadi spesialisasinya. Dia merupakan seorang legenda dalam seni sulap kartu, banyak sekali metode-metode yang telah dia ciptakan pada masa itu dan masih digunakan hingga saat ini.

Seorang pesulap Austria lainnya bernama Ottokar Fischer menceritakan kisah tentang istri Hofzinser, setelah kematian Hofzinser. Istri Hofzinser, Wilhemine menghancurkan banyak naskah (tentang sulap) milik Hofzinser karena menjalankan pesan terakhir dari suaminya, walaupun banyak yang mentang hal ini. Meski begitu, setelah kematian Hofzinser, masih banyak rencana mekanisme dan penanganan dalam seni sulap kartu kartu yang mungkin selamanya akan menjadi rahasia Hofzinser. Namun, masih ada beberapa naskah catatan dari murid Hofzinser yang berhasil dikumpulkan, dan hingga sekarang masih ada sekitar 270 naskah dan catatan dari Hofzinser dan juga muridnya dalam berbagai macam koleksi.

Apa yang diketahui oleh publik tentang Hofzinser saat ini, sebagian besar berasal dari buku-buku karya Ottokar Fischer (1873-1940). Diantaranya adalah buku Kartenkünste (1910) dan Zauberkünste (1942), meskipun faktanya ada hal-hal yang dituliskan oleh Fischer ternyata tidak benar. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, Austrian magician Magic Christian banyak menemukan fakta baru tentang kisah hidup dari Hofzinser yang merupakan legenda pesulap Austria. Dan kini semuanya telah ditulis dalam buku Non Plus Ultra yang saat ini hanya tersedia dalam Bahasa Jerman. 


Selain itu, fakta juga mengatakan bahwa seorang Dai Vernon juga sering menuliskan nama Hofzinser dalam karya-karyanya. Jadi, sangat jelas adanya bahwa Father of Card Magic, Hofzinser sangat berjasa besar dalam perkembangan seni sulap kartu modern. Berikut adalah beberapa karya dari Hofzinser berupa move, trik, atau rutin yang mungkin Anda ketahui:

- Little Finger Break
- Hofzinser Pass (juga dikenal dengan nama Herrmann Pass)
- Top Change
- Slip Force
- Stacked Deck
- Estimation
- One Hand Fan
- Deck Switch
- Pinky Count
- Classic Force
- A Depth Illusion sleight (digunakan pada rutin To Think and Forget)
- One handed Cut
- Double-Backed Card
- Electric Deck (Hofzinser menyebutnya Sewn Deck)
- Card Index
- A kind of Topit
- Diminishing Deck
- Magnetic Cards

Card Routines:
- To Think and Forget
- Everywhere and Nowhere
- The Power of Belief
Referensi: 
http://www.magicchristian.com/hofzinserlife_en.html
http://magicpostcards.wordpress.com/category/alphabetical/page/10/
Genii 2005 November

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar tanpa unsur SARA dan SPAM.